Minggu, 12 Oktober 2014

Konsep Dasar Bahasa Java part1

Konsep Dasar Bahasa Java
  1. Susunan dasar program java

Bagian pertama program java adalah mengidentifikasi lingkungan informasi. Untuk melakukan hal ini, susunan program java menetapkan suatu kelas atau paket yang akan menjadi sebutan didalam program statement ‘import’. Dalam suatu program, statement import yang digunakan bisa lebih dari satu. Sebagai contoh, salah satu statement import yang biasanya digunakan dalam program adalah seperti yang diberikan dibawah ini.
Import  java.awt. *;
Statement import tersebut mengimport paket ‘awt’, yang mana digunakan untuk membuat obyek GUI. Disini, java merupakan nama folder, yang mana didalamnya berisi paket ‘awt’ itu. Sedangkan simbol’*’ menandakan bahwa semua kelas dibawah paket ini untuk dimasukan.
Didalam java, semua kode, mencakup deklarasi fungsi (method) dan variable harus dimasukan di dalam suatu kelas. Oleh karena itu, suatu deklarasi kelas mengikuti import statement yang digunakannya.sebuah program tunggal dimungkinkan untuk mempunyai beberapa kelas. Kelas ini boleh extend kelas lain. Selanjutnya tanda titik koma diigunakan untuk mengakhiri statement program. Selain daripada itu, program juga boleh berisi komentar. Compiler mengabaikan komentar itu.

Susunan dasar program java
Berikut ini adalah susunan dasar program java

Class nama_kelas
{

/ * ini adalah baris untuk komentar * /
int num1, num2; // deklarasi variable
Tampilkan ( )            // fungsi
{
// Badan fungsi
Statemen (s) ; // yang di akhiri denan tanda titik koma
}

}

     Dalam java juga mempunya ‘token(tanda)’. Token merupakan satuan individuterkecil dalam sebuah program java. Walaupun sebagai unsur yang paling kecil dari suatu program namun ia mengandung penuh arti bagi suatu compiler. Karena itu, program java merupakan sekumpulan dari token-token itu.
Didalam program java, token digolongkan kedalam lima kategori. Kelima kategori token itu seperti ditunjukan dibawah ini.
1.      Identifikasi (identifier)
2.      Kata kunci (keyword)/ Kata cadangan (reserve word)
3.      Mesin pemisah (separator)
4.      Harafiah (literal)
5.      Operator
Identifikasi (identifier)
Menghadirkan nama yang ditugaskan ke variable-variabel,fungsi-fungsi dan kelas-kelas.
Kata kunci (keyword)/ Kata cadangan (reserve word)
Diawal pendefinisian identifier di pesan oleh java. Paea programmer tidak boleh menggunakan mereka sebagai identifikasi. Sebagai contoh, kata-kata berikut ini.
   ·   Class
   ·   Import
Kedua kata tersebut adalah kata kunci, karena itu tidak boleh digunakan sebagai identifikasi.
Mesin pemisah (separator)
Separator ini berfungsi untuk menginformasikan kepada compiler java dari pengelompokan unsure-unsur program. Beberapa mesin pemisah yang mendukung java diantaranta seperti ditunjukan dibawah ini.
   ·   {}
   ·   ;
   ·   ,
Harafiah (literal)
Merupakan nilai-nilai yang tetap di dalam suatu program. Sebagai contoh seperti ditunjukan dibawah ini.
   ·   21
   ·   ‘A’
   ·   34.8
   ·   “Selamat dating di JAVA”
Kesemuanya merupakan nilai-nilai yang tetap didalam program.
Operator
Menetapkan suatu kalkulasi atau evaluasi yang dilakukan kepada obyek atau data. Java mempunyai satuan operator yang sangat kaya.

     2.  Unsur Pemrograman Java
Suatu program adalah satuan operasi perintah yang spesifik untuk dilakukan oleh suatu computer. Suatu program dapat diasumsikan sebagaimana suatu rese, yang mana berisi tentang daftar ramuan yang dikatakan sebagai variabel dan daftar arahan yang dikatakan sebagai statemen. Statemen ini menceritakan kepada computer apa yang akan dilakukan dengan variabel itu.
Variabel adalah suatu nilai yang dapat berubah, tergantung pada kondisi-kondisi, atau pada informasi yang diberikan kepada program itu. Variabel ini biasanya digambarkan sebagai tipe data. Suatu tipe data adalah satu set data dengan niai-nilai yang mempunyai karakteristik yang sudah dikenal.


sumber : Buku Algoritma dan Pemrograman dengan bahasa JAVA 
               karangan F.X. Wisnu Yudo Untoro
               penerbit GRAHA ILMU www.grahailmu.co.id

Jumat, 10 Oktober 2014

Algoritma Sebuah Lift

TUGAS ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN III

NAMA KELOMPOK : 
1.HISYAM AMIR      24113139
2.IKHWAN DHANI     24113260
3.RONI HIDAYAT     28113081




keadaan awal: 
 
   arah bendera ON = atas 
 
   (elevator ada di lantai pertama) 
 
     pada lantai pertama bendera ON 
 
     pada lantai-lantai tengah bendera OFF 
 
     pada lantai terakhir bendera OFF 
 
     tampilan lantai adalah 1 
 
   (lantai pertama) 
 
     lampu tombol naik OFF 
 
(lantai tengah [hal ini merupakan semua lantai-lantai yang  bukan pertama dan terakhir, jika  Anda memiliki lebih dari 2 lantai]) 
 
     lampu tombol naik OFF 
 
     lampu tombol turun OFF 
 
   (lantai terakhir) 
 
     lampu tombol turun OFF 
 
   (setiap lantai) 
 
     semua tombol lantai tujuan OFF 
 
     (jumlah tombol harus sesuai dengan jumlah lantai) 
 
 
 
 program utama loop 
 
 { ( 
 
   jika tidak ada tombol ke atas atau bawah yang ditekan 
 
   { ( 
 
     (bagian ini tidak begitu dibutuhkan tetapi saya menulis ini untuk memberi tahu Anda  apa yang harus dilakukan jika anda menekan ini) 
 
 
     lift berhenti 
 
   } ) 
 
 
   (terus memeriksa lampu tombol naik dan tombol turun) 
 
   jika lampu penunjuk ON (atas) 
 
   { ( 
 
periksa semua lampu tombol naik "lantai atas" 
 
     jika ada yang ditemukan 
 
     { ( 
 
       naik satu lantai pada waktu bersamaan, periksa setiap lampu tombol naik (ini memastikan bahwa ketika lift sedang bergerak ke atas dan tombol naik pada lantai lain ditekan maka lift akan berhenti disana.
 
 
         [misalnya, jika lift berada di lantai 1 dan tombol naik ditekan di lantai 4-ketika lift sedang bergerak ke atas dan tombol naik lantai 3 ditekan, kita masih ingin lift berhenti di lantai 3 bukannya langsung tepat ke lantai 4.]
 
         
       melakukan rutinitas lantai tersebut kembali ke atas loop untuk mengulang siklus program 
 
     }

 
       hal lain (apakah lantai atas ditemukan?) 
 
     { ( 
 
      (Jika di sini maka itu berarti bahwa tidak ada lantai atas tombol naik ON sehingga kita perlu turun dan menemukan lantai yang tombol atasnya ditekan) 
 
 
 
       bergerak turun satu lantai pada waktu bersamaan, memeriksa setiap bendera tombol atas (ini memastikan bahwa ketika lift sedang bergerak ke bawah dan tombol naik lantai lain ditekan maka lift akan berhenti disana.
 
 
         [misalnya, jika lift berada di lantai 4 dan tombol naik ditekan di lantai 1 – ketika lift sedang bergerak turun dan tombol naik lantai 2 ditekan, kita masih ingin agar lift berhenti di lantai 2 tidak bergerak terus ke tujuan awal. ya, lantai 1 akan diabaikan.] 
 
         lift akan kembali naik bahkan jika ada permintaan naik di lantai yang lebih rendah dari lantai yang sedang dilalui.
 
melakukan rutinitas lantai tersebut kembali ke atas loop untuk mengulang siklus program
 
      }
 
 
       hal lain (apakah “lantai atas” ditemukan?) 
 
      { (
 
   } (apakah bendera penunjuk ON?)) 
 
 
 
   jika bendera penunjuk OFF (turun) 
 
   ((anda dapat membuat ini adalah yang "lain") 
 
        pernyataan - tetapi pernyataan "jika" di sini adalah untuk kejelasan))
 
 
 
     periksa semua penunjuk  tombol turun  "lantai bawah"     jika ada yang ditemukan 
 
     { ( 
 
       bergerak turun satu lantai pada waktu berasamaan, periksa setiap lampu tombol turun 
 
       melakukan rutinitas lantai tersebut 
 
       kembali ke atas loop untuk memulai awal siklus program  
 
     } ) 
 
       hal lain (apakah "lantai bawah" ditemukan?) 
 
     { ( 
 
       (Jika di sini maka itu berarti bahwa tidak ada lantai atas tombol naik hidup maka kita perlu naik dan menemukan lantai yang tombol naiknya ditekan)
 
       turun satu lantai pada waktu bersamaan, periksa setiap penunjuk tombol naik
 
         
       melakukan rutinitas lantai 
kembali naik ke atas loop untuk memulai awal siklus program
 
     } (Apakah "lantai bawah" ditemukan?)) 
 
 
 
   } (Apakah arah lampu OFF?) )
 
 
 
 } (Program utama loop))
 
 
 rutinitas lantai 
 
 { ( 
 
   jika arah lampu ON (atas) 
 
   { ( 
 
     periksa lantai yang tombol naik ON
     (jelas jika tidak ada lampu tombol naik yang ON maka kita berada di lantai terakhir)
 
     Jika lampu tombol naik ON 
 
     { ( 
 
       (Ada seseorang di luar lift yang ingin masuk) 
 
       buka pintu 
 
       tunggu beberapa siklus 
 
       tutup pintu 
 
     } ) 
 
 
 
     (lain) 
 
     periksa untuk melihat jika ada tombol lantai tujuan yang ditekan ON
 
     jika lantai tujuan sama dengan nomor lantai saat dimana lift berada
 
     { ( 
 
       buka pintu 
 
       tunggu beberapa siklus 
 
       tutup pintu 
 
     } ) 
 
 
 
   } (Apakah arah bendera ON?))
 
 
 
   jika arah bendera OFF (turun) 
 
   ((Anda bisa membuat ini sebuah hal "lain" 
 
        pernyataan - tetapi pernyataan "jika" di sini adalah untuk kejelasan) 
 
      periksa tombol turun lantai-lantai 
 
     (jelas jika tidak ada tombol turun yang ditekan bendera downbutton ada maka kita berada di lantai pertama) 
 
     Jika lampu tombol turun ON 
 
     { ( 
 
       (Ada seseorang di luar lift yang ingin masuk)
 
       buka pintu 
 
       tunggu beberapa siklus 
 
       tutup pintu 
 
     } ) 
 
 
 
     (lain) 
 
     periksa untuk melihat jika ada tombol lantai tujuan yang ditekan ON
 
     jika lantai tujuan sama dengan nomor lantai dimana lift berada 
 
     { ( 
 
       buka pintu 
 
       tunggu beberapa siklus 
 
       tutup pintu 
 
     } ) 
 
 
 
   } (Apakah arah bendera OFF?))
 
 
 } (rutinitas lantai)) 
 
 

Sumber
http://zairifblog.blogspot.com

Sabtu, 28 September 2013

Artikel Inspiratif : Nyalakan Lilin

Apa arti sebuah lilin dalam kehidupan? Mungkin ini terlalu dipertanyakan. Sebab, lilin hanya sebuah benda kecil. Kegunaannya baru Nampak ketika lampu listrik di rumah kita padam. Tapi, lilin adalah cahaya. Dan cahaya merupakan sebentuk materi. Kebalikannya adalah gelap. Yang terakhir ini bukan materi. Ia tidak memiliki daya. Ia adalah keadaan hampa cahaya. Karena itu, meskipun kecil, lilin selalu dapat mengusir gelap.

kisah kisah inspirasiAllah memisalkan petunjuk dengan cahaya, kesesatan sebagai gelap. Ini mengisyaratkan, pasukan kesesatan tak memiliki sedikitpun daya di depan pasukan cahaya. Ia hadir ketika pasukan cahaya menghilang. Sepanjang sejarah, umat kita mengalami kesesatan ketika ‘roda pergerakan syiar dakwah’ berhenti bergerak.

Disini tersirat sebuah kaidah syiar dakwah. Bahwa gelap yang menyelimuti langit kehidupan kita, sebenarnya dapat diusir dengan mudah, bila kita mau menyalakan lilin syiar ini kembali. Berhentilah mengikuk gelap. Ia toh tak berwujud dan tak berdaya. Kita tak perlu memanggil matahari untuk mengusirnya. Tidak juga bulan.

Tak ada yang dapat kita selesaikan dengan kutukan. Sama seperti tak bergunanya, ratapan di depan sebuah bencana. Musibah, jahiliyah, kekalahan yang sekarang merajalela di seantero dunia Islam kita, tak perlu ‘di islah’ dengan kutukan ataupun ratapan. Sebab kedua tindakan itu tidak menunjukan sikap ‘Ijabiyah’ (positif) dalam menghadapi realita. “Adalah lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada mengutuk kegelapan”.

Sikap ijabiyah menuntut kita untuk menciptakan kehadiran yang berimbang dengan kehadiran fenomena jahiliyah dalam pentas kehidupan. Ini mungkin tak kita selesaikan dalam sekejap. Tapi sikap mental imani yang paling minimal, yang harus terpatri dalam jiwa kita, adalah membuang keinginan untuk pasrah atau menghindari kenyataan. Kenyataan yang paling buruk sekalipun, tidak boleh melebihi besarnya kapasitas jiwa dan iman kita untuk menghadapinya.

Disini ada sebuah pengajaran yang agung. Bahwa sudah saatnya kita membuang kecenderungan meremehkan potensi diri kita. Ketika kita mempersembahkan sebuah amal yang sangat kecil, saat itu kita harus membesarkan jiwa kita dengan mengharap hasil yang memadai. Sebab amal yang kecil itu, selama ia baik, akan mengilhami kita untuk melakukan amal yang lebih besar. Ibnul Qayyim mengatakan, sunnah yang baik, akan mengajak pelakunya melakukan ‘saudara-saudara’ sunnah itu.

Akhirnya, tutuplah matamu dan nyalakan lilin, lalu: “Katakanlah, telah datang kebenaran. Sesungguhnya kebatilan itu pasti sirna”.

Diambil dari buku Arsitek Peradaban, 
ditulis oleh ust. Anis Matta Lc. (wakil ketua DPR RI 2009-2014).
=========
Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
  • Mencaci maki kerusakan dan kekacauan di sekitar kita, tak akan memperbaiki masalah. Hanya dengan bertindak nyata-lah, insya Allah keburukan kan sirna, berganti dengan kebaikan.
  • Jangan hanya jadi komentator, jadilah partisipator!

    Sumber : http://www.kisahinspirasi.com/