Minggu, 16 Oktober 2016

Proposal Pengadaan Barang Komputer

BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman yang semakin cepat menuntut kita untuk serba cepat dalam segala aktivitas hal ini tidak lain dikarenakan adanya teknologi yang semakin canggih, disamping itu manusia sering disibukkan oleh aktivitas sehari-hari maka dari itu teknologi menjadi salah satu solusi sebagai penunjang aktivitas.
Sesuai dengan Program JARDIKNAS dimana suatu lembaga pendidikan masa ini dituntut untuk menggunakan teknologi terutama dibidang Internet karena segala informasi yang berhubungan dengan pendidikan sudah disalurkan melaluai Internet (DISPENDIK).
Oleh karena menjadi tuntutan Pendidikan maka kami pihak sekolah mengiginkan adanya sarana Teknologi berupa komputer dimana dilembaga kami SMP AL-IKHLAS masih belum adanya sarana komputer dilembaga kami karena terbatasnya Dana yang kami miliki, namun kami tidak pernah putus untuk berusaha demi majunya bangsa dan negara terutama dibidang pendidikan.
SMP AL-IKHLAS merupakan salah satu pendidikan yang berbasis Agama yang berada dibawah Diknas bahkan merupakan satu-satunya Lembaga pendidikan  yang ada di Desa Klampar yang sangat membutuhkan sarana komputer sebagai penunjang pendidikan dan untuk memenuhi tuntutan yang diajukan oleh Jardiknas.
Melalui proposal ini kami mengajukan bantuan sarana komputer. Dengan bantuan tersebut diharapkan kendala yang ada akan dapat teratasi. Dengan demikian proses belajar mengajar di Sekolah akan berjalan sebagaimana harapan masyarakat.

B.     PERMASALAHAN
Permasalahan yang kami hadapi saat ini dilembaga yang kami kelola diantaranya:
1.      Tidak adanya sarana komputer sama sekali
2.      Merupakan tuntutan pendidikan
3. Peserta didik merasa kebingungan karena diwaktu menerima mata pelajaran TIK dikarena tidak adanya praktikum

C.    TUJUAN, MANFAAT DAN DAMPAK
C.1. Tujuan
Dengan adanya sarana komputer dilembaga kami mempunyai beberapa tujuan diantaranya:
a.       Untuk memenuhi tuntutan pendidikan dalam bidang teknologi
b. Sebagai acuan/praktek dibidang komputerisasi sehingga bisa mengetahui secara langsung.
c. Meningkatkatkan kualifikasi tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan program dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d.  Mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana program pendidikan untuk mendukung proses KBM yang berorientasi pada kecakapan hidup.
e.  Meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
f.  Membiasakan siswa untuk bersikap mandiri dan menjahui sikap ketergantungan terhadap orang lain.
g.     Membekali siswa  untuk terampil  dalam bidang elektronika

C.2. Manfaat dan Dampak
Manfaat  dan dampak adanya komputer salah satunya diantaranya:
a.      Siswa didik bisa mengetahui secara langsung tentang komputer
b.   Pendidikan berjalan dengan yang diharapkan artinya tidak menjadi bayangan belaka
c. Membantu Peserta didik dalam belajar karena dengan adanya komputer peserta didik bisa mengulang pelajarannya tanpa dipandu kembali oleh seorang guru.
d.  Memudah mengerjakan tugas-tugas apalagi saat ini diantara salah satu guru-guru memberikan tugas melalui E-MAIL
e.  Mendorong peserta didik dalam belajar karena merasa santai dan terhibur. 



BAB II
PEMBAHASAN

A.    RENCAN KEGIATAN
Rancangan kegiatan yang kami canangkan diantaranya:
1. Mengikuti pelajaran yang sudah terjadwal setiap harinya
2. Mengadakan pelatihan-pelatihan berupa Kursus dan Diklat
3. Membebaskan peserta didik untuk menggunakan komputer diluar Mata Pelajaran selama mengarah pada pendidikan

B.     BENTUK KEGIATAN
Dengan adanya sarana komputer kami akan mengadakan kegiatan berupa:
a. Akan mengundang seorang Teknisi dan Desainer guna memperkenakan teknologi berupa seminar-seminar untuk memupuk semangat belajar teknologi
b. Teknik belajar yaitu dari praktek keteori sehing lebih cepat dimengerti.
c. Kursus teknisi agar mampu memperbaiki komputer dalam menghadapi permasalahan-permasalahan
d.      Kursus desain grafis agar peserta didik mempunyai bakat/kreatif
e.       Mengadakan diklat-diklat diluar mata pelajaran

C.    TAHAPAN KEGIATAN
Kegiatan ini dibagi beberapa tahapan sesuai dengan bakat dan kemampuanya diantaranya:
a)      Tahap Pemula
Tahap Pemula ini merupakan tahap awal dalam belajar komputer yang nantinya akan diikuti oleh:
1.      Siswa Baru (kelas satu) SMP
2. Peserta didik yang masih belum mengenal komputer seperti siswa pindahan, atau diluar pelajar yang ingin mengetahu komputer melaui kursus komputer secar khusus.
b)     Tahap Lanjut
Dalam tahapan ini merupakan kelanjutan dari tahap awal yang nantinya akan diikuti oleh:
1.      Siswa Kelas II , III SMP
2. Peserta kursus yang sudah berpangalaman namun masih minim pengatahuannya.
c)      Tahap Pengembangan
Tak lepas dari minimnya pengalaman dan kemampuan maka diperluakan pengembanga pengetahuan hal ini bisa dipenuhi dengan adanya:
1.      Seminar khusus pelajar tentang teknologi
2. Seminar secara umum yang diikuti oleh pelajar dan nonpelajar mengenai teknologi
3.      Diadakan diklat-diklat oleh lembaga maupun organisasi (OSIS)
4. Membebas peserta didik untuk memegang/menggunakan komputer yang sudah disedikan oleh lembaga sekolah dan hal ini harus tidak terlepas dari pengawasan Pengelola Sekolah agar tidak terjadi penyalahgunaan



BAB III
PENUTUP


A. KESIMPULAN
Berkenaan dengan pembuatan proposal ini yang berjudul”PERMOHONAN BANTUAN  PENGADAAN LABORATORIUM KOMPUTER”
Sangat urgen sekali karena program yang kami rencanakan sangat mendukung atas lancarnya kegiatan belajar mengajar di SMP AL-IKLAS dan sangat mendukung terhadap siswa untuk mengetahui ilmu komputer lebih mendalam, maka dari hal yang diatas kami atau peserta KKN mohon bantuannya baik dari segi tenaga,  pemikirannya dan yang berkenaan dengan finansial kami untuk mendukung merealisasikan rencana yang kami buat. dan semoga dari apa yang telah diberikan kepada kami dapat balasan yang lebih besar dari Allah SWT. Amin yarabbal ’alamin






RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
PENGADAAN LAB KOMPUTER
SMP AL-IKLAS 
1.      20 Unit Komputer P IV Asus       @. Rp 3.750.000
2.      20 Unit Meja Komputer  @ Rp. 225.000
3.      20 Unit Kursi User @ Rp. 60.000
4.      4 Unit Printer Epson C90  @ Rp. 790.000
5.      2 Unit LCD/Projector @ Rp. 6.000.000
TOTAL BIAYA
Rp. 75.000.000,00
Rp.   4.500.000,00
Rp.   1.200.000,00
Rp.   3.160.000,00
Rp. 12.000.000,00
Rp. 95.860.000,00
Terbilang Sembilan Puluh Lima Juta Delapan Ratus Enam Puluh Ribu
  Rupiah







LAMPIRAN

RENCANA ANGGARAN PENDANAAN


1. Kertas Karton                                             : Rp. 5000
2. Spidol Board                                               : Rp. 10.000
3. White Board                                               : Rp. 60.000
4. Karton Gambar                                           : Rp. 5000
5. Lain-Lain                                                    : Rp.20.000

Total                                                               = 100.000
TERBILANG                                                Seratus Ribu Rupiah 


Referensi :

Selasa, 19 April 2016

Karangan Ilmiah, Semi Ilmiah, Non Ilmiah dan Metode Ilmiah

Karangan Ilmiah, Semi Ilmiah, Non Ilmiah dan Metode Ilmiah

Ø KARANGAN ILMIAH
Karangan Ilmiah adalah  karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar.  Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
 Makalah         : karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif                      
Kertas kerja   : makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
 Skripsi           : karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
 Tesis              : karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
Disertasi         : karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang terinci
·       CONTOH KARANGAN ILMIAH
PENGGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN PARA REMAJA
                                                 DI SUSUN
                                                   OLEH:
                                                Rahayu sri
                                                   3ea13
                                                15209853
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah banyak memberikan kasih sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik.
Adapun tujuan dari membuat karya ilmiah ini yaitu untuk memupuk kesadaran kita khususnya para remaja akan pentingnya bahaya NARKOBA yang sering muncul di tengah tengah kita. Saya juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada orangtua, yang selalu memberikan dukungan serta teman-temanku semuanya.
“Tak ada Gading yang tak Retak”, apabila ada kata-kata yang tidak baik dan ada kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini, saya mohon maaf. Saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan dalam perkembangan penulisan ini.
Penulisan
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
            Dimasa modern sekarang ini peredaran NARKOBA sudah tidak bisa ditolerir,tidak memandang lingkungandan usia .Banyak anak-anak yang masih memerlukan bimbingan dalam proses peralihan menuju kedewasaan,terserang atau tergoda oleh NARKOBA.
NARKOBA sungguh-sungguh telah anak-anak khususnya para remaja .yang masih duduk di bangku sekolah , padahal telah diadakan penyuluhan-penyuluhan beberapa kali di sekolah-sekolah tapi NARKOBA tetap merasuki pikiran para pelajar yang masa depannya masih dipertanyakan.
            Masa depan yang seharusnya menjadi tujuan atau akhir dari perjuangan para pelajar dimasa-masa sekolah kini dipertanyakan statusnya . Jika NARKOBA terus berkembang dan menggoda para pelajar agar mengalihkan pandanganny pada NARKOBA maka para pelajar yang akan menjadi penerus bangsa akan kandas di tengah jalan.
1.2 TUJUAN PENELITIAN
∞ Untuk mengetahui bahaya NARKOBA serta jenis-jenisnya
∞ Untuk mengetahui tingkat pengetahuan para remaja atau pelajar tentang NARKOBA.
∞ Untuk m,engetahui penyebab para remaja atau pelajar menggunakan NARKOBA.
1.3 RUMUSAN MASALAH
  >> Apa sesungguhnya NARKOBA itu?
  >> Apa dampak yang diakibatkan oleh NARKOBA kepada para pelajar atau remaja?
  >> Mengapa para remaja atau pelajar tersebut menggunakan NARKOBA?
1.4 METODE PENELITIAN
            Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara memebagikan atau menyebarkan angket kepada para pengguna atau pemakai NARKOBA yang masih berusia remaja.
1.5 MANFAAT PENELITIAN
            Manafaat karya tulis ini yaitu kita khususnya para remaja yang masih duduk di bangku sekolah dapat lebih memami dan sadar akan bahaya NARKOBA.
BAB II
2.0 LANDASAN TEORI
2.1 PENGERTIAN NARKOBA
            NARKOBA adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bunga tanaman baik sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan perubahan kesadaran , hilangnya rasa , sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulakan ketergantungan serta kecanduan.
2.2 JENIS-JENIS NARKOBA YANG SERING DISALAHGUNAKAN
a) OPIODA
            Yaitu nama segolongan zat alamiah , semisintetik maupun sintetik yang diambil dari bagian pohon POPPY , pertama akli ditemukan di Asia Kecil , digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir , kemudian akhirnya menyebar ke Yunani. Selain digunkan sebagai obat Opioda juga digunkan sebagai alat untuk menimbulkan rasa senang.
Yang termasuk Opioda adalah:
– Opiat/Oipium
-Morfin
-Heroin
-Kodein
-Opiat Sintetik
b) KOKAIN
            Kokain merupakan zat yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun Coca ( Erythroxylan Coca) yang tumbuh di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sedangkan Kokain freebase adalah kokain yang diproses untuk menghilangkan kemurnian dan campurannya sehingga dihisap berbentuk kepingan kecil (rocks/batu) sebesar kismis. Salah satu kokain yang popular adalah Crac.
c) KANABIS/MARIYUANA/GANJA
            Kanabis berasal dari tanaman dengan nama Cannabis Satifa dan Cannabis Indica yaitu sejenis tanaman perdu yang biasanya digunakan sebagai obat relaksasi untuk mengatasi intoksidasi ringan. Seseorang yang baru saja menggunakan Kanabis sering kali memeperlihatkan tanda-tanda mabuk dengan mata merah dan bola mata membesar.
d) SEDATIVA
            Sedativa atau sedative-hipotonik merupakan zat yang dapat mengurangi berfungsinya sistem saraf pusat.
e) EKSTASI
            Ekstasi dikenal dalam dunia pengobatan sebagai Methydioxy Methampetamin dengan nama populernya MDMA.Ekstasi obat sintesis yang dikembangkan oleh perusahaan ERNTS MERK di Jerman pada tahun 1914.
Pada waktu itu Ekstasi digunakan untuk meningkatkan daya tahjan prajurit di Amerika digunakan pengobatan pasien yang sudah parah.
f) SHABU-SHABU
            Shabu-shabu merupakan komoditas baru yang sedang laris. Zat ini mempunyai nama kimia Methamfetamine yang mempunyai kesamaan sifat dengan Ekstasi yang sama-sama tergolong dalam zat psikotropika stimulasia otak yang dapat menyebabkan ketergantungan.
            Segementasi pasar dari shabu-shabu adalah para eksekutif , professional dan kaum selebritis. Zat ini menyebabkan lepasnya neurotransmitter dopamine dari ujung-ujung saraf ke bagian otak yang mengatur perasaan kenikmatan . Penghentian termasuk persaan kesal , tertekan , tegang , gelisah , sulit berkonsentrasi, lapar , pusing , serta dapat menyebabkan kecanduan. Beberapa kasus menunjukkan dampak desturktif shabu-shabu yaitu menyebabkan orang menjadi ganas, agiatif serta meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi berbuntut tingkah laku yang brutal.
BAB III
PROSES PENELITIAN
            Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada para remaja di Sibolga. Pengisian dilakukan dengan cara para responden menuliskan jawaban-jawaban sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan di atas lembar angket yang telah diberikan. Responden yang terpilih adalah responden yang memenuhi syarat , antara lain berada di Sibolga , pelajar SMP/SMA atau yang telah berumur 14-19 tahun dan menggunakan atau memakai NARKOBA. Penybaran angket merata , meliputi berbagai lapisan remaja yang memakai NARKOBA , yaitu : pelajar SMP , pelajar SMA , pelajar SMK dan remaja putus sekolah.

3.1 LOKASI PENELITIAN
            Pengambilan lokasi responden dilakukan di beberapa tempat yang di prediksi banyak memakai NARKOBA seperti di Jl. Murai da Kawasan Aek Habil.

3.2 CARA MENGANALISIS DATA
            Analisis data dilakukan dengan cara menganalisa jawaban-jawaban yang telah diberikan responden yang tercantum pada angket .
Dari hasil yang diperoleh dirangkum beberapa kesimpulan tentang pengaruh NARKOBA di kalangan para remaja Sibolga.
BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1 HASIL ANGKET
            Angket ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat umum dan terbuka. Angket ditujukan untuk mengetahui secara umum gambaran tentang NARKOBA di mata para remaja.
No Penyebab menggunakan NARKOBA JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
            1 PERGAULAN 28 75%
            2 STRESS 9 25%
No Pengetahuan tentang NARKOBA JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
            1 TAHU 34 91%
            2 TIDAK TAHU 3 9%
No Dampak terhadap
Sekolah JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
            1 ADA 25 67%
            2 TIDAK ADA 12 33%
BAB V
PEMBAHASAN

5.1 HASIL ANGKET
            Dari jawaban-jawabanpara responden yang tertuang di dalam angket didapatkan hasil sebagai berikut:
– Dimata para remaja , NARKOBA adalah zat yang berbahaya untuk untuk dikonsumsi dan disalah gunakan .Tetapi,mereka menganggap bahwa hanya NARKOBAlah yang yang bisa memberikan ketenangan kepada mereka dikala mereka dikala mereka mempunyai masalah atau stress.
– Dampak yang diakibatkan kepada para remaja pengguna NARKOBA khususnya terhadap sekolah mereka adalah sekolah mereka menjadi terbengkalai dan mereka menjadi putus sekolah. Namun, tetap ada beberapa remaja yang tidak memikirkan pengaruh NARKOBA terhadap sekolahnya.
 Penyebab para remaja-remaja Sibolga memakai NARKOBA adalah sebagai berikut:ü
• 75% mengatakan karena pergaulan yang mengharuskan mereka memakai NARKOBA
• 25% mengatakan karma ingin menenangkan diri dari banyaknya masalah atau stress.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Kesadaran mereka akan bahaya NARKOBA masih kurang dan mereka salah mengartikan bahwa NARKOBA itu adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan pergaulan yang lebih layak dan mengatasi masalah.
2. Secara umum, remaja yang memakai NARKOBA di Sibolga telah rusak masa depannya karena telah tergoda oleh NARKOBA.
3. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penyebab mereka memakai NARKOBA adalah sebagai berikut:
o Karena pergaulan bebas di kalangan remaja.
o Karena terjerat banyak masalah dan stress.
6.2 SARAN
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan:
1. Agar lebih sering dilakukan penyuluhan-penyuluhan tentang NARKOBA dan pengaruh yang ditimbulkannya di kalangan para remaja khususnya yang duduk di bangku sekolah.
2. Hendaknya aparat yang berwajib terkait masalah ini lebih giat lagi dalam memberantas NARKOBA.
3. Hendaknya sekolah-sekolah lebih sering melakukan razia kepada para murid-muridnya agar para remaja tidak ada yang menyebarkan NARKOBA di sekolah-sekolah.
4. Hendaknya para orangtua lebih mengenal dan mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus NARKOBA.
DAFTAR PUSTAKA
Ain Tanjung,H.Mastar,BA,2003. Naerkoba Sumber Bencana Musuh Bangsa. Anti Narkoba Sumatera Utara : Lembaga Terpadu Pemasyarakatan Anti Narkoba.
Ø KARANGAN NON ILMIAH
Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah  rekaan. Kisah rekaan itu dalam  praktik penulisannya  juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur sepenokohan, plot, konflik, klimaks, menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
·       Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah
ditulis berdasarkan fakta pribadi,
fakta yang disimpulkan subyektif,
gaya bahasa konotatif dan populer,
tidak memuat hipotesis,
penyajian dibarengi dengan sejarah,
bersifat imajinatif,
situasi didramatisir,
bersifat persuasif.
tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah
Dongeng
Cerpen
Novel
Drama
roman.
·       CONTOH KARANGAN NON ILMIAH
PENYALAHGUNAAN narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.
Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja.
Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.
Pengertian
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang.
Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.
Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka.
Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan.
Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).
Bahaya bagi pelajar
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.
Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:
* perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
* sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
* menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
* sering menguap, mengantuk, dan malas,
* tidak memedulikan kesehatan diri,
* suka mencuri untuk membeli narkoba.
Upaya pencegahan
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.  Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.
Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

Ø karangan semi ilmiah
Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan  non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Ø CONTOH KARANGAN SEMI ILMIAH
BAHAYA NARKOBA BAGI REMAJA
NARKOBA atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA, yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut. Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.
Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
PENYEBABNYA SANGATLAH KOMPLEKS AKIBAT INTERAKSI BERBAGAI FAKTOR
1. Faktor individual
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sebagainya.
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan kurang baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat, seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik, orang tua yang bercerai, kawin lagi, orang tua terlampau sibuk, acuh, orang tua otoriter dan sebagainya.
Faktor-faktor tersebut di atas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi, makin banyak faktor-faktor di atas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.
GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA
1. Perubahan Fisik
Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif. Bila terjadi kelebihan dosis (Overdosis) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal. Saat sedang ketagihan (Sakau) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun. Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan sikap dan perilaku
Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab. Pola tidur berubah, bergadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja. Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin. Sering mengurung diri, berlama-lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.
Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain. Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan, tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan, pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.
UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA 
Upaya pencegahan meliputi 3 hal : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi. Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak. Memperkuat kehidupan beragama. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak.
Ø Metode Ilmiah
Para ilmuwan menggunakan metode ilmiah untuk menjawab pertanyaan. Metode ilmiah adalah serangkaian langkah-langkah yang membantu untuk menyelidiki pertanyaan. Seringkali, siswa belajar bahwa metode ilmiah adalah proses linear yang berjalan seperti ini:
Tanyakan pertanyaan. Pertanyaan ini didasarkan pada satu atau lebih pengamatan atau data dari percobaan sebelumnya.
Melakukan penelitian latar belakang.
Buat hipotesis.
Melakukan eksperimen atau melakukan pengamatan untuk menguji hipotesis.
Mengumpulkan data.
Merumuskan kesimpulan.
Proses ini tidak selalu berjalan dalam garis lurus. Seorang ilmuwan mungkin mengajukan pertanyaan, kemudian melakukan penelitian latar belakang dan menemukan bahwa pertanyaan yang perlu ditanyakan dengan cara yang berbeda, atau pertanyaan yang berbeda harus buat.
Metode ilmiah yang digunakan saat membuat dan menjalankan percobaan. Tujuan dari metode ilmiah adalah untuk memiliki cara yang sistematis untuk menguji ide atau gagasan dan hasilnya dalam proses penyelidikan ilmiah dapat pelaporan. Komponen kunci dari penggunaan metode ilmiah itu adalah memastikan bahwa percobaan harus dapat ditiru oleh siapapun. Jika itu tidak mungkin, maka hasilnya dianggap tidak sah.
Proses mengeksekusi percobaan menggunakan metode ilmiah juga harus dipastikan bahwa data dicatat dan dapat dibagikan pada yang lain sehingga bias pada pihak ilmuwan yang melakukan percobaan dapat dikurangi. Selain itu, komunikasi hasil memungkinkan untuk rekan-rekan yang lain dapat meninjau pekerjaan untuk memastikan bahwa hasilnya adalah tepat dan akurat.
Tanyakan Pertanyaan
Sekarang, mari kita mengajukan pertanyaan ilmiah. Ingat bahwa hal itu harus dapat diuji.
Kita telah mempelajari suhu rata-rata global yang telah meningkat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1880. Kita tahu bahwa karbon dioksida adalah gas rumah kaca. Gas rumah kaca memerangkap panas di atmosfer. Hal ini membawa kita ke dalam pertanyaan:
Pertanyaan: Apakah jumlah karbon dioksida di atmosfer bumi telah berubah?
Ini adalah contoh pertanyaan ilmiah yang baik karena dapat diuji.
Bagaimana karbon dioksida di atmosfer berubah selama 50 tahun terakhir (lihat Gambar di atas)? Berapa banyak kira-kira CO2 di atmosfer telah meningkat antara tahun 1958 sampai 2011 dalam bagian per juta?
Jawaban Pertanyaan
Jadi kita sudah menjawab pertanyaan dengan menggunakan data dari penelitian yang telah dilakukan. Jika para ilmuwan tidak pernah memantau tingkat CO2 selama bertahun-tahun, kita akan memiliki data setelah memulai pengukuran ini sekarang.
Karbon dioksida di atmosfer
Karbon dioksida di atmosfer telah sumber!sumber2meningkat di Mauna Loa Observatory di Hawaii sejak tahun 1958. Garis merah yang naik turun adalah variasi musiman. Garis hitam adalah rata-rata tahunan.
Karena pertanyaan ini dapat dijawab dengan data, kemudian diuji.
Contoh Metode Ilmiah dalam Praktek
Praktek Fisika
Tentukan tujuan (melalui observasi atau mengajukan pertanyaan)
Aku ingin tahu apakah air membeku lebih cepat sendiri atau dengan tambahan gula
Membangun hipotesis
Apakah air membeku lebih cepat atau lebih lambat dengan penambahan gula?
Uji hipotesis dan pengumpulan data
Tempatkan dua wadah dengan jumlah yang sama air, satu dengan tambahan gula, ke dalam freezer. Pada interval 30 menit, buka freezer untuk menentukan status setiap kontainer. Lanjutkan sampai keduanya telah dibekukan. Tuliskan tiap kali kontainer diperiksa dan ketika mereka masing-masing mencapai tingkat sepenuhnya membeku.
Menganalisa data
Tinjau data.
Menyimpulkan
Memutuskan: Apakah air membeku lebih cepat atau lebih lambat dengan penambahan gula?
Mengkomunikasikan hasil-hasil
Melaporkan temuan baik secara lisan atau dalam format tertulis.
Praktek biologi
Tentukan tujuan (melalui observasi atau mengajukan pertanyaan)
Aku ingin tahu apakah tanaman kacang akan tumbuh lebih cepat di luar atau di dalam.
Membuat hipotesis
Yang akan tumbuh lebih cepat dalam jangka waktu 3 minggu – tanaman kacang ditempatkan di luar atau tanaman kacang yang ditempatkan di dalam?
Menguji hipotesis dan pengumpulan data
Tanaman 4 tanaman kacang dalam ukuran pot yang sama dengan jenis tanah yang sama. Tempatkan dua di lokasi luar rumah dan dua di lokasi dalam ruangan.
Setiap hari, selama 3 minggu, amati dan ukur pertumbuhan tanaman. Pastikan bahwa tanaman menerima jumlah yang sama air.
Menganalisa data
Tinjau data dan menentukan bagaimana tanaman di kedua lingkungan berkembang dalam dua minggu.
Menyimpulkan
Berdasarkan data, tentukan apakah ada jawaban konklusif untuk pertanyaan apakah tanaman kacang ditempatkan di luar atau di dalam akan tumbuh lebih cepat.
Mengkomunikasikan hasil-hasil
Secara lisan atau tertulis bentuk berbagi hasil percobaan.
Ringkasan
Para ilmuwan menggunakan metode ilmiah untuk menjawab pertanyaan tentang alam.
Pertama, para ilmuwan mengajukan pertanyaan yang ingin mereka ajukan untuk dijawab. Latar belakang penelitian sangat penting untuk lebih memahami pertanyaan itu dan bisa menggerakan ke langkah berikutnya.

Rabu, 02 Maret 2016

CARA BERFIKIR INDUKTIF DAN DEDUKTIF

                 Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.        
            Penalaran adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu. Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya.

v  Berpikir Deduktif
            Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikankesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.
            Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
v  Berpikir Induktif
            Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. (www.id.wikipedia.com)
            Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum (filsafat ilmu.hal 48 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)
            Jalan induksi mengambil jalan tengah, yakni di antara jalan yang memeriksa cuma satu bukti saja dan jalan yang menghitung lebih dari satu, tetapi boleh dihitung semuanya satu persatu. Induksi mengandaikan, bahwa karena beberapa (tiada semuanya) di antara bukti yang diperiksanya itu benar, maka sekalian bukti lain yang sekawan, sekelas dengan dia benar pula.
v  Jenis penalaran deduktif  yaitu:
-Silogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
-Silogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi     konditional hipotesis.
-Silogisme Akternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
-Entimen = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

            Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalaran deduktif dan induktif. Dimana lebih lanjut penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme dan penalaran induktif dengan empirisme. Secara rasional ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai fakta dengan yang tidak. Karena itu sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, Penjelasan sementara ini biasanya disebut hipotesis.
            Hipotesis ini pada dasarnya disusun secara deduktif dengan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya, kemudian pada tahap pengujian hipotesis proses induksi mulai memegang peranan di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah suatu hipotesis di dukung fakta atau tidak. Sehingga kemudian hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak.
v  Ada 3 macam penalaran Induktif :
1. Generalisasi
    Merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada.
Dibagi menjadi 2 :
a. Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif 
    Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.


    Contoh :
       - Sensus Penduduk.
       - Jika dipanaskan, besi memuai.
         Jika dipanaskan, baja memuai.
         Jika dipanaskan, tembaga memuai.
         Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.
b. Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif
    Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh :
Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.

2. Analogi
    Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.
 Tujuan dari analogi :
    - Meramalkan kesamaan.
    - Mengelompokkan klasifikasi.
    - Menyingkapkan kekeliruan.
Contoh :
Ronaldo adalah pesepak bola.
Ronaldo berbakat bermain bola.
Ronaldo adalah pemain real madrid.
  
3. Kausal
    Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat.
    Terdiri dari 3 pola, yaitu :
a. Sebab ke akibat = Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek.
Contoh : Karena terjatuh di tangga, Kibum harus beristirahat selama 6 bulan.
b. Akibat ke sebab = Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap penyebabnya.
Contoh : Jari kelingking Leeteuk patah karena memukul papan itu.
c. Akibat ke akibat = Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

            Maka dapat disimpulkan bahwa penalaran deduktif dan penalaran induktif diperlukan dalam proses pencarian pengetahuan yang benar.